Hartati
Hartati lahir di Jakarta tahun 1966, tumbuh besar di Muaralabuh, Solok Selatan, Sumatera Barat dan menamatkan kuliahnya di jurusan Tari Institut Kesenian Jakarta. Ia banyak dikenal atas karya-karyanya yang teguh berakar pada tradisi budaya.
Sepanjang karir menarinya, ia telah banyak bekerja sama dengan berbagai koreografer kenamaan seperti Sardono W Kusumo, Deddy Luthan dan Retno Maruti. Sebagai penari ia sering kali tampil dalam karya koreografer Indonesia antara lain: Deddy Luthan, Tom Ibnur, Wiwiek Sipala, Yulianti Parani, Farida Oetoyo, Sentot, Sukarji Sriman, Sardono W. Kusumo, Gusmiati Suid, dan Boi G. Sakti.
Tak hanya di forum nasional, Hartati pun banyak mendapatkan kesempatan melebarkan sayap di arena internasional sebagai penari dan Koreografer. Setelah mendapat kesempatan mengikuti program Asia Pacific Performance Exchange Program (APPEX Program) di UCLA, Amerika Serikat pada tahun 1997, pada tahun 2000 Ia mendapat dukungan dana dari Asia Culture Council (ACC) ke New York, untuk program Visiting Artist selama 5 bulan, dan tahun 2001 hadir dengan karyanya THE WAY OF THE WOMEN di Bates Dance Festival. Di tahun berikutnya Hartati tercatat sebagai salah satu koreografer untuk Grand Opening Esplanade Singapore (Theatre On The Bay). Ia pun berhasil mendapatkan dukungan dana Program Empowering Women Artists oleh Kelola Foundations selama 3 tahun berturut-turut dengan karya : HARI INI (Goethe House), CINTA “KITA” (Teater Luwes )dan IN/OUT (Teater Salihara).
Empat tahun terakhir Hartati giat berkarya, tahun 2007 ditampilkannya di Nasional Museum Singapore dengan judul IN (SIDE) SARONG, IN (SIGHT) SARONG dalam ‘Five Pieces New Dance in Indonesia’, dan di Asia Pacific Europe Foundations (ASEF) “Pointe to Point” Beijing China Program, tahun 2008 di Indonesia Dance Festival 2008 dengan karya CINTA “KITA” dan Festival Salihara I dengan karya, DUA KUTUB, serta tahun 2010 ini di Brisbane Festival, karyanya IN/OUT di Brisbane Power House, Australia, serta karyanya THE SARONG di Teater Kecil-TIM.
Saksikan tingkah gerak dinamis, harmonis dan penuh penjiwaan Ikal, Lintang Mahar, Bu Muslimah, Pak Harfan dan warga Kampong Gantong lainnya dari kisah Laskar Pelangi karya koreogradi Hartati, hanya di pertunjukkan MUSIKAL LASKAR PELANGI!



